Berkhalwat adalah
ketika seorang pria
menyendiri dengan
seorang wanita
bukan mahramnya di
suatu tempat (sunyi,
jauh dari jalan atau
keramaian) yang
tidak mungkin orang
lain untuk bergabung
dengan keduanya.
Pada saat itulah
mereka sebenarnya
sedang ditemani
setan. Dari Jabir,
Rasulullah bersabda:
”Barang siapa yang
beriman kepada
Allah dan Hari Akhir,
hendaklah tidak
melakukan khalwat
dengan seorang
wanita yang tidak
disertai oleh
mahramnya karena
sesungguhnya yang
ketiga adalah
setan.”
Diriwayatkan dari
Uqbah bin Amir r.a,
bahwa Rasulullah ﷺ.
bersabda,
"Janganlah kalian
masuk menemui
wanita yang bukan
mahram!" Seorang
laki-laki Anshar
berkata, "Wahai
Rasulullah,
bagaimana dengan
ipar?" Rasulullah ﷺ.
bersabda, "Ipar
adalah maut!" (HR
Bukhari Muslim).
Diriwayatkan dari
Abdullan bin Abbas
r.a, Rasulullah ﷺ.
bersabda,
"Janganlah seorang
laki-laki berkhalwat
dengan seorang
wanita kecuali
bersama
mahramnya." Lalu
bangkitlah seorang
laki-laki dan berkata,
"Wahai Rasulullah,
isteriku hendak
berangkat
menunaikan haji
sedangkan aku telah
mendaftarkan diri
ikut peperangan ini
dan ini!" Rasulullah
berkata kepadanya,
"Batalkanlah dan
berhajilah bersama
isterimu!" (HR
Bukhari Muslim)
Secara realita,
berkhalwat
menjadikan pria
hanya mengenal
wanita sebatas
”perempuan”
sekaligus
menjadikan wanita
hanya mengenal pria
sebatas ”laki-laki”.
Keduanya akan
didorong setan untuk
melihat lawan
jenisnya dari sudut
pandang seksual
semata.
Oleh karena itu,
larangan berkhalwat
merupakan tindakan
preventif bagi pria
maupun wanita dari
perbuatan-
perbuatan yang
tidak terpuji, yang
menyebabkan
berbagai kerusakan.
Karena khalwat
merupakan sarana
yang dapat
mengarahkan
kepada perbuatan
zina yang merusak
tatanan sosial
kemasyarakatan.
Fitnah, gosip,
prasangka buruk,
dan perbuatan
destruktif lain akibat
perbuatan
berkhalwat bisa
merusak hubungan
baik antarmanusia,
termasuk
meretakkan
keutuhan rumah
tangga.
Rasulullah ﷺ.
bersabda:
"Sesungguhnya Allah
telah
menghindarkannya
dari hal itu."
Kemudian Rasulullah
ﷺ. berkhutbah di atas
mimbar, "Sesudah
hari ini, janganlah
seorang laki-laki
menemui wanita
yang sedang
ditinggal suaminya
kecuali ia bersama
seorang laki-laki
atau dua orang laki-
laki,"(HR Muslim)
Perintah untuk tidak
berkhalwat (berdua-
duaan) antara
seorang pria dan
wanita yang bukan
mahram selama ini
dipatuhi seorang
mukmin sebagai
ketaatan kepada
Allah dan Rasul-Nya.
Tapi, jarang dari kita
yang mengetahui
alasan ilmiah di balik
perintah itu.
"PENEMUAN ILMIAH
TENTANG LARANGAN
BERKHALWAT BARU-
BARU INI"
Kenapa hal tersebut
dilarang dan
dianggap berbahaya
oleh syariat Islam?
Bagian tubuh kita
yang mana yang
ternyata
berpengaruh
terhadap kondisi
khalwat itu?
Baru-baru ini, sebuah
penelitian
membuktikan
bahaya berkhalwat
tersebut.
Para peneliti di
Universitas Valencia
menegaskan bahwa
seorang yang
berkhalwat dengan
wanita menjadi daya
tarik yang akan
menyebabkan
kenaikan sekresi
hormon kortisol.
Kortisol adalah
hormon yang
bertanggung jawab
terjadinya stres
dalam tubuh.
Meskipun subjek
penelitian mencoba
untuk melakukan
penelitian atau
hanya berpikir
tentang wanita yang
sendirian denganya
hanya dalam sebuah
simulasi penelitian.
Namun hal tersebut
tidak mampu
mencegah tubuh dari
sekresi hormon
tersebut.
"Cukuplah anda
duduk selama lima
menit dengan
seorang wanita.
Anda akan memiliki
proporsi tinggi dalam
peningkatan hormon
tersebut," inilah
temuan studi ilmiah
baru-baru ini yang
dimuat pada Daily
Telegraph!
Para ilmuwan
mengatakan bahwa
hormon kortisol
sangat penting bagi
tubuh dan berguna
untuk kinerja tubuh
tetapi dengan syarat
mampu
meningkatkan
proporsi yang
rendah, namun jika
meningkat hormon
dalam tubuh dan
berulang terus
proses tersebut,
maka yang demikian
dapat menyebabkan
penyakit serius
seperti penyakit
jantung dan tekanan
darah tinggi dan
berakibat pada
diabetes dan
penyakit lainnya
yang mungkin
meningkatkan nafsu
seksual.
Bentuk yang
menyerupai alat
proses hormon
penelitian tersebut
berkata bahwa stres
yang tinggi hanya
terjadi ketika
seorang laki-laki
berkhalwat dengan
wanita asing (bukan
mahram), dan stres
tersebut akan terus
meningkat pada saat
wanitanya memiliki
daya tarik lebih
besar! Tentu saja,
ketika seorang pria
bersama dengan
wanita yang
merupakan
saudaranya sendiri
atau saudara dekat
atau ibunya sendiri
tidak akan terjadi
efek dari hormon
kortisol. Seperti
halnya ketika pria
duduk dengan
seorang pria aneh,
hormon ini tidak
naik. Hanya ketika
sendirian dengan
seorang pria dan
seorang wanita yang
aneh!
Para peneliti
mengatakan bahwa
pria ketika ada
perempuan asing
disisinya, dirinya
dapat
membayangkan
bagaimana
membangun
hubungan
dengannya (jika
tidak emosional), dan
dalam penelitian lain,
para ilmuwan
menekankan bahwa
situasi ini (untuk
melihat wanita dan
berpikir tentang
mereka) jika diulang,
mereka memimpin
dari waktu ke waktu
untuk penyakit
kronis dan masalah
psikologis seperti
depresi.
Wah wah
waaaaah,,,,, segitu
berbahayanya
ternyata
BERKHALWAT.
Nah sahabat Muslim
bagaimana menurut
pendapat sahabat
setelah menegtahui
Fakta Ini yang
kaitanya sangat kuat
dengan Sabda2
Rasullah 14 abad
silam???
Masih mau Berdua-
duan????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar